Saturday
Angin
engkau mengerti bahwa rindu bermula
karena angin semata yang laju melaju
kepadamu dan meruang jarak yang baka


jauh sudah, peta kian lupa pada angka
sehingga kau boleh gambarkan denah baru
di kertas kecil: agar kita semakin dekat


kuterima kiriman peta kecil ciptaanmu
menuju tempat di mana jarak menyisih


entah berapa lama engkau menungguku
sebab peta itu tak sengaja diterbangkan


betapa rindu bermula karena angin semata




13 Juni 2009
 
Steven menulis pada 22:30 | buka halaman | 0 komentar
Thursday
Love Lesson
Love Lesson
Ink on paper
2009
 
Steven menulis pada 10:58 | buka halaman | 1 komentar
Falling Angle
Falling Angle
Pen on paper
2009
 
Steven menulis pada 10:55 | buka halaman | 0 komentar
Surat
hanya di dalam kartu ucapan saja seseorang
boleh menggambarkan berupa-rupa tanda baca
setelah menerakan beberapa harapan sederhana:
semoga umur diperpanjang atau sedikitnya
mudah-mudahan surat ini sampai ke tujuan

aku pernah menulis sebuah kartu ucapan untuk
diri sendiri dengan harapan kecil seperti
semoga saja ada tukang pos yang tiba dengan
surat kecil darimu walau gerimis panjang
melekatkan daun-daun pada jubah basahnya

segera kunyalakan pelangi di halaman rumah
agar hujan lekas reda kemudian terdengar suara
roda sepeda yang membuncah lamunan hingga
kupandang kembali lunturan tulisan pena
pada suratmu yang akhirnya tiba tadi pagi

amplop bergambar ikan seperti tanda koma dengan
cap pos berbentuk piala itu mengenangkanku kalau
engkau pernah ingin menjadi seperti ikan agar
dapat bebas berenang untuk menemui kekasihnya
di luas lautan tanpa pernah mengenal rindu

bukankah hanya dengan rindu maka cinta ada?
aku berpikir kembali sambil membuka surat
yang membawa lembut harum rambutmu merebak
perlahan di bawah remang lampu meja tetapi
hanya kutemukan sebuah kalimat di suratmu

Engkaulah telur dalam dekap hangat kerinduan.


04 Juni 2009




---------------------------------------------------------------------------

Puisi di atas adalah hasil permainan kata dengan pemilik
http://kampung-puisi.blogspot.com/.
Kata-katanya adalah sebagai berikut:
daun, telur, lampu, pena, rambut, pelangi, roda, piala, ikan, jubah.
 
Steven menulis pada 10:43 | buka halaman | 1 komentar
Menjelma Telur
kami adalah telur yang mengatup diri sendiri
butir demi butir sambil menerka agar menjadi
bulatan dalam rongga matamu lalu terus menjelma


kami adalah telur yang menetas diri sendiri
usia demi usia sampai memenuhi seluruh nisbi
yang pernah engkau sebutkan dari dalam mimpi


kami dapat lahir dan tumbuh menjadi apa saja
menjadi jendela, menjadi langit tetapi sungguh
tak pernah terkira engkau akan memimpikan maut


kami cumalah telur yang mengatup dan menetas
tubuh demi tubuh sambil mencoba terus menjelma
seperti mimpi sampai menjadi jasadmu sendiri



07 Mei 2009
 
Steven menulis pada 23:50 | buka halaman | 1 komentar
Tuesday
Selamat Datang Malam
pada suatu kesempatan, seorang juru tulis
mengundang malam ke rumahnya agar dapat
menyingkap serba serbi yang paling hitam

malam baru saja ingin menekan bel pintu
tetapi juru tulis itu sudah menyambutnya
dan langsung mengantarnya ke ruang baca

dengan sopan malam menyerahkan cenderamata
dalam sangkar legam kepada sang juru tulis
: ini adalah kabut misteri, ingatlah akan ia

waktu sungguhlah lekas sehingga malam
langsung memulai ceritanya dan juru tulis
segera menyiapkan pena dan gulungan kertas

malam lalu bercerita panjang tentang bulan
yang sering tersesat di langit sendirian
sehingga matahari selalu datang menjemputnya

cerita belum berakhir tetapi juru tulis
sudah padam matanya dan malam pun mengerti,
dikecupnya pipi mungil itu sambil berbisik

ini hanyalah mimpi agar engkau sekali lagi
mengundang aku ke rumahmu kemudian aku selalu
membalasnya dengan bertanya siapakah namamu



28 April 2009
 
Steven menulis pada 20:02 | buka halaman | 0 komentar
Jika Waktu Itu Tiba
lama setelah kepergianmu ke negeri asing
kalender perlahan lupa pada hitungan dan
kehilangan jejak-jejakmu di sebuah tanggal

angka-angka semakin lelah berjaga padahal
masih terus kueja bilang demi bilang agar
engkau tidak kehilangan arah untuk pulang

jendela yang rabun tiba-tiba saja tercelik
memandang ke langit dan menyambut seekor
burung dengan sebuah bingkisan di paruhnya

betul dugaanku, itu kiriman pesan darimu:
aku telah berhasil menemukan jantung sejati,
burung ini akan menganyamnya di dada kirimu

seperti akan ia ciptakan sarang bagi rindu
sakitmu dan setelahnya biarlah ia bersangkar
dalam kepalamu untuk mengerami telur-telur

suatu hari akan menetas sebuah mesin mungil
yang kelak tumbuh menjadi sebuah jam dinding
di kamarmu dengan angka nol di mana-mana

jika waktu itu tiba, kalender akan terbangun
dari tidurnya dan mengatakan kepadamu tentang
kepulanganku dan juga tentang rahasia sejati

jantung itu


28 April 2009
 
Steven menulis pada 03:05 | buka halaman | 0 komentar
Sunday
Tetapi Aku Bunga
1/
ia yakin kalau dirinya adalah
setangkai bunga yang dipetik
dari dalam sebuah buku yang
letaknya ada di sisi meja ini

ia juga yakin kalau pastilah
pria yang sedang menulis itu adalah
perangkai bunga yang memetiknya
kepada vas mungil dan sederhana

sebab kacamatanya bagai untaian
sepasang bunga tembus cahaya dan
ada terpantul juga lingkaran larik
yang begitu hati-hati dipilinnya


2/
bunga sangat ingin bercakap dengan
sang perangkai bunga sebelum bulan
purnama dan hanya mendapati sebuah
lampu dan sebuah buku di atas meja

sedangkan tubuh yang terbaring itu
tak ada yang berani menyebutkannya



24 April 2008
 
Steven menulis pada 20:48 | buka halaman | 0 komentar
Tuesday
Everything is in the right place (Line art)
Everything is in the right place (Line art)
29.90 cm x 21 cm
Ink on paper
2009
 
Steven menulis pada 13:12 | buka halaman | 0 komentar
It's like a gift, you know (Line art)
It's like a gift, you know (Line art)
29.90 cm x 21 cm
Ink on paper
2009
 
Steven menulis pada 13:12 | buka halaman | 0 komentar